Sempat bingung waktu si kecil Azka (2 tahun 4 bulan) mulai pilih-pilih makanan dan gak mau coba menu baru yang saya bikin. Mulai lah hunting buku menu balita dan buku ini sepertinya pas. Buku yang berisi panduan menu untuk si kecil dengan menu seimbang antara protein, karbohidrat, vitamin dan mineral. Lebih dari itu menu-menu di buku ini bisa juga dibuat dalam porsi lebih banyak untuk bisa dinikmati seluruh anggota keluarga lain. Untuk saarapan atau bekal makan siang si kakak. Sebut saja misalnya menu nasi goreng serai, puding wortel, kroket brokoli atau sup tomat kacang merah.
Salah satu menu contekan yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga adalah Nasi Gurih Hijau (hal 53).
Bahan:
100 g kacang polong
200 ml air
100 g beras
100 g udang kupas, potong 2 cm
50 g bawang bombai, cincang
3 butir bawang merah, cincang
2 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya, iris tipis, cincang
1 batang serai, iris cincang
Garam
2 sdm minyak goreng
2 cm jahe
1 lmr daun pandan
Cara Membuat:
Blender kacang polong dengan 100 ml air. Tuang ke panci listrik (rice cooker), tambahkan beras dan air. Masukkan udang, bawang bombai, bawang merah, daun jeruk, serai, garam, minyak goreng, jahe dan pandan.Masak hingga nasi kesat dan uap air sedikit. Aduk rata nasi. Sajikan hangat.
Inspiratif bukan?
Tentang penulis.
Wied Harry Apriadji, seorang konsultan gizi, penulis buku dan host pada acara Harmoni Alam beberapa waktu lalu. Buku lain yang ditulisnya Variasi Makanan Sehat Bayi.
Salah satu sentilan bulan Ramadhan untuk saya membuka kembali - tidak hanya menjadikan pajangan - buku-buku penambah wawasan dan pemahaman keislaman. Kembali membuka, membaca dan memahaminya. Berikut beberapa buku pilihan yang saya buka kembali dan mungkin bisa jadi inspirasi untuk melengkapi home library para mama.
Seri Ensiklopedi Islam
Penerbit : Ichhtiar Baru Van Hoeve
Tahun : Edisi Baru 2005
Halaman : 2.504 (7 jilid dan 1 jilid indeks) + 1 CD Room
Pemimpin Redaksi : Prof. DR. Azyumardi Azra, M.A
Seri ini terdiri dari 7 jilid dan satu jilid berisi indeks. Merupakan karya/tulisan para cendekiawan islam di Indonesia. Disusun berdasarkan urutan alpabet yang memudahkan pencarian sebauh entri. Thema mencakup segala bidang pengetahuan keislaman seperti ibadah, fikih, kalam, tasawuf, sejarah, seni dan budaya, negara islam dan tokoh-tokoh islam. Hampir setiap tulisan di lengkapi ilustrasi yang memperkaya uraian. Setiap entri (tulisan) dilengkapi daftar puskata.
Ditulis dengan bahas yang lugas dan mudah dipahami.
Perempuan
Judul Buku : Perempuan
Penulis : M Quraish Shihab
Penerbit : Lentera Hati
Tahun : Cetakan 1 2005
Cetakan Februari 2010
Halaman : 401
"Lelaki yang tidak didampingi oleh perempuan – demikian juga sebaliknya – bagaikan perahu tanpa sungai, malam tanpa bulan atau biola tanpa senar. Tanpa perempuan, bayi tak akan lahir, dan yang lahir pun tidak merasakan kasih sayang. Tanpa perempuan masa muda lelaki menjadi gersang, masa matangnya menjadi hampa dan masa tuanya menjadi penyesalan. Memang Allah menciptakan perempuan – baik sebagai istri, ibu atau anak – untuk dicintai lelaki, demikian pula sebaliknya. Bagi lelaki, tanpa perempuan hidup adalah neraka, siksa dan dengan perempuan hidup bisa menjadi surga di dunia ini."
Buku ini melengkapi pengetahuan seputar dunia perempuan dalam pandangan islam. Dengan bahasa yang mudah dicerna dan thema kekinian yang diangkatnya menjadi salah satu sebab buku ini menjadi buku best seller dan mengalami beberapa cetak ulang. Thema yang dibahas meliputi perempuan dari cinta sampai seks, termasuk bagaimana islam dan perempuan berperan dalam membentuk kelurga sakinah. Perihal Nikah mut’ah, nikah sunnah, nikah sirri dan isu-isu seputar perempuan dalam kajian fikih modern seperti perempuan dan keluarga berencana, kepemimpinan perempuan dan keterlibatannya dalam dunia politik.
Dalam buku ini pun M. Quraish Shihab berusaha memberikan kupasan dan tuntunan dari sudut pandang agama (Al-Quran) atas berbagai tuntunan dan keinginan berbagai kalangan (yang mengaku) pembela hak-hak perempuan yang (secara tidak sadar) terkadang justru melecehkan kaum perempuan itu sendiri.
Mutiara Riyadhushshalihin
Judul Buku : Mutiara Riyadhushshalihin
Penulis : Imam Al-Nawawi
Penerbit : Mizan
Tahun : September 2009
Halaman : 902
Buku yang merupakan hadiah dari sebuah penerbit dan buku yang saya jadikan resolusi untuk bisa dibaca, dipahami dan diamalkan tahun ini.
Buku ini penting dimiliki oleh setiap Muslim yang menjadikan hadis Nabi sebagai pedoman dan pegangan dalam hidupnya. Buku ini memuat hadis-hadis tentang berbagai persoalan terkait kehidupan seorang Muslim: ibadah; muamalah; akhlak; doa; adab; keutamaan amal; perintah Allah; larangan Allah, dan yang lainnya.
Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang modern dan enak dibaca. Dilengkapi transliterasi teks-teks doa berbahasa Arab
Sedikit tentang penulis
Al-Nawawi (631-676 H/1233-1277 M). Nama lengkapnya adalah Yahya ibn Syarf ibn Murry ibn Hasan Al-Huzami Al-Hurani, Al-Nawawi, Abu Zakariya. Lahir di desa Nawa, dekat Kota Damaskus, pada 631 H/1233 M dan meninggal dunia pada tahun 676 H/1277 M. Tempat tersebut kemudian dinisbatkan kepadanya, Al-Nawawi (orang Nawa).
Al-Nawawi adalah seorang ilmuwan di bidang fiqih dan hadis. Al-Nawawi juga telah menulis banyak buku yang sampai saat sekarang masih dipelajari oleh umat Islam dan dijadikan sebagai rujukan resmi. Di antara karya-karya tersebut adalah: Minhâj Al-Thâlibîn; Al-Adzkâr Al-Nawawiyyah; Bustân Al-‘Ârifîn; Raudhah Al-Thâlibîn; Al-Tibyân fî Âdâb Hamlah Al-Qur'ân; Al-Arba‘ûn Hadîtsân Al-Nawawiyyah.
Seiring bertambahnya usia si kecil, dimana ia sudah mengenal banyak hal dan bisa memilih keinginannya sendiri, bukan tidak mungkin aktivitas dibacakan buku menjadi pilihan terakhirnya atau bahkan mungkin si kecil menolaknya, seperti yang dilakukan putri saya Azka (2 tahun). Azka tidak lagi antusias setiap kali saya membelikan buku baru dan bersiap membacakan atau memperlihatkan gambar-gambarnya.”Nggak mau!” teriaknya.”Nonton aja!” ya, Azka bukan lagi bayi yang duduk manis dipangkuan saya dan mendengarkan dengan penuh minat buku yang saya bacakan.
Pilihan Azka untuk menonton dibanding mendengarkan saya membacakan buku tidaklah mengherankan karena gambar-gambar yang ditontonnya hidup-bergerak atraktif dan bisa dinikmatinya sambil tiduran. Saya tidak menyangkal, bahwa tv khusus bayi dan balita yang ditontonnya berkontribusi positif pada perkembangannya namun ia perlu stimulasi yang lain untuk mengoptimalkan perkembangannya. Mengajaknya main diluar rumah berinteraksi dengan alam dan teman sebaya atau membacakannya buku.
Kenapa membacakan buku pada si kecil begitu penting? Pertama, membacakan buku pada si kecil memperkuat kelekatan ibu dan si kecil. kedua, mengenalkan kosakata baru untuk si kecil. ketiga, meningkatkan kemampuan berbicara dan mengekspresikan pikirannya.
Beberapa mama beranggapan, bahkan berkeyakinan, membacakan buku sejak dini pada si kecil bisa membuatnya lebih cepat membaca, pintar dan jenius. Ada pula sebagian mama yang beranggapan membacakan buku pada si kecil sejak bayi (bahkan sejak masih dalam kandungan) sebagai sebuah tuntutan,”Jaman sekarang bayi baru berojol pun dituntut bisa baca,” komentar seorang mama dengan nada skeptis.
Mengutip yang ditulis Jim Trelease dalam bukunya yang berjudul The Read Loud Handbook; membacakan buku sejak dini pada anak tidak ditujukan untuk ‘menciptakan’ bayi super, tapi lebih sebagai usaha untuk membangun hubungan antara orang tua dan anak serta mengkontruksi ‘jembatan’ hubungan antara anak dan buku. Kelak, bila anak sudah siap, sebagai pembaca, ia akan menyebrangi ‘jembatan’ itu.
Artinya, ketika mama membacakan buku pada si kecil janganlah menuntutnya untuk menjadi cepat bisa membaca dan menulis tapi buatlah suasana membacakan buku menjadi hal yang menyenangkan sehingga kelak keinginan si kecil untuk bisa membaca akan muncul dengan sendirinya.
Lalu apa yang harus dilakukan ketika si kecil menolak dibacakan buku atau sekedar melihat gambarnya? Memaksanya tentu bukan pilihan bijak karena itu malah akan membuatnya menjadi trauma terhadap buku. Berikut beberapa tips dan trik berdasarkan pengalaman pribadi agar membaca selalu menjadi saat yang menyenangkan untuk si kecil;
1.Pilih Waktu yang Tepat dan Posisi Nyaman
Mengalihkan perhatian si kecil dari tv bukan hal mudah, namun bukan berarti tidak bisa dicoba. Saat si kecil nonton alihkan perhatiannya pada buku tanpa mematikan tv hanya mengecilkan suaranya. Tidak sedikit anak yang sudah mulai terbiasa menonton tv, ingin ditemani tv (tv menyala) saat sedang bermain. Suara-suara dari tv yang begitu familiar membuatnya nyaman. Kebiasaan itu dapat hilang seiring berkurangnya intensitas si kecil menonton tv. Jika mama tidak berhasil mengalihkan perhatian si kecil dari tv jangan pernah memaksanya.
Pilih waktu yang paling baik yaitu saat si kecil bermanja-manja dengan mama atau saat hendak tidur. Saat hendak memulai membacakan buku, pastikan posisi si kecil cukup nyaman untuk mendengarkan. Menyandarkannya pada tumpukan bantal yang nyaman atau duduk di pangkuan mama.
2.Be an Actor
Setiap anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan penuh imajinatif namun dengan daya tangkapnya yang masih terbatas mereka sangat senang melakukan, menonton, melihat atau mendengar sesuatu secara berulang-ulang. Jadi jika baru satu kali sebuah buku diperkenalkan pada si kecil dan dia tidak suka atau bahkan menolak, sebaiknya mama tidak buru-buru men judge bahwa buku tersebut tidak disukai si kecil.
Si kecil tidak akan suka jika mama membacakan buku dengan intonasi datar (seperti membacakan berita) karena belum setiap kata ia pahami maka ia sebenarnya memperhatikan intonasi dan ekspresi ibu saat membacakan buku. Karena dari ekpresi dan intonasi yang ibu tunjukkan si kecil bisa menilai seberapa seru buku yang dibacakan mama. Mau tidak mau mama harus bisa memerankan karakter-karakter yang ada di buku yang mama bacakan. Jangan malu jika harus menandak-nandak atau menirukan berbagai macam suara binatang.
3.Pilih Thema yang Diminati Si Kecil
Si kecil sudah beranjak besar dan mampu menentukan pilihan keinginannya namun belum semua keinginannya bisa ia ucapkan jadi mama yang harus berinisiatif mencari tahu buku berthema apa yang sekiranya diminati si kecil. Luangkan waktu untuk melihat-lihat kembali buku koleksi si kecil dan coba ingat-ingat buku berthema apa yang paling diminati si kecil. Dongeng fabel kah? Cerita Barbie? Barney atau Ensiklopedi bergambar binatang seperti seri Dinosaurus atau Burung? Dan masukkan thema buku yang serupa untuk budget buku baru si kecil bulan depan.
4.Selain buku bergambar dua dimensi
Mungkin ini akan jadi ekperimen yang menyenangkan untuk si kecil, memberinya buku dengan banyak kejutan gambar di dalamnya.
a.Buku bergambar tiga dimensi
Buku bergambar tiga dimensi ilustrasinya terlihat nyata dan hidup dengan kualitas warna sangat bagus, ketiga keunggulan ini selain membantu mengembangkan imajinasi dan pemahaman anak terhadap isi cerita juga membuat si kecil tidak cepat bosa memelototi gambarnya.
b.Buku berjendela
Beberapa gambar dalam buku ini dibuat double. Satu gambar dibuat diatas sebuah kertas yang menutup gambar di bawahnya. Dan lipatan kertas ini bisa dibuka tutup. Buku ini menuntun si kecil menemukan berbagai kejutan dalam rangkaian cerita yang mama bacakan. mama pun bisa mengajak si kecil untuk lebih terlibat aktif dalam aktivitas ini yaitu dengan cara meminta si kecil menebak gambar yang ada di bawahnya sebelum ia membukanya. Jangan lupa memberinya reward jika tebakannya benar.
c.Lift the flap book
Buku ini bisa dibilang lebih seru dari buku berjendela. Gambar dalam buku model ini dilengkapi lipatan-lipatan kertas yang jika dibuka tutup memunculkan gambar dalam posisi berbeda. Misal, gambar seekor burung saat lipatannya dibuka, burung tersebut tengah namun saat lipatannya ditutup.
Ada beberapa lipatan yang lebih dari dua rangkap sehingga memunculkan lebih dari tiga gambar berbeda.
5.Bernostalgia dengan buku masa kecilnya
Mama tentu tidak membuang koleksi buku saat si kecil masih bayi. Buku-buku dari kain yang lembut dan gambarnya timbul.
Sesekali perlihatkan buku lamanya dan ajak si kecil membaca ulang sambil mengingatkan bahwa dulu ibu pernah membacakan buku ini untuknya dan betapa menyenangkannya saat itu.
Sama halnya dengan buku berjendela, membacakan dan memperlihatkan gambar buku Lift the flap book lebih rentan untuk disobek si kecil. Untuk itu beri pengertian pada si kecil untuk menyayangi dan merawat bukunya. Tunjukkan akibatnya jika ia merobek salah satu lipatannya maka gambar yang dilihatnya tidak jelas bentuknya. JIka si kecil tetap ‘suka’ menyobek bukunya, sebaiknya hal itu jangan membuat mama lantas enggan membelikan atau membacakannya buku. Dengan semakin seringnya intensitas kita membacakan buku ia makin mengerti arti buku dan si kecil tidak lagi menyobek bukunya.
Menciptakan suasana mencintai dan membiasakan membaca buku yang dilakukan mama dan papa adalah cara yang tak kalah efektif untuk menumbuhkan minat baca si kecil. Jika mama juga seorang mama bekerja diskusikan dan alih tugaskan keinginan mama pada pengasuhnya karena waktu yang dihabiskan si kecil dengan pengasuhnya lebih banyak dari mama maka dialah yang lebih berperan. (rs)
Mama dua anak yang suka ngeblog. Suka baca, terutama buku tema sejarah dan pengasuhan, kolektor buku PAT.
Mama yang banyak maunya, mau bisa ini itu. Video DIY, referensi wisata dan tips di https://youtube/c/RinaSusantiVlog
kontak rina_fam@yahoo.com