Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 13, 2009

Untuk diingat KODE PLASTIK

By : Rina Susanti

Bicara soal plastik sepertinya tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Dari perabot rumah tangga, perangkat elektronik dan terutama plastik sebagai kemasan atau wadah makanan dan minuman. Pemberitaan soal plastik beberapa waktu lalu sempat ramai karena beberapa produk botol susu bayi terbuat dari plastik yang berbahaya. Ini sempat membuat saya shock juga lho, karena dengan alasan asi saya yang belum juga mencukupi sampai hari ketujuh setelah si kecil lahir, terpaksa diberi susu formula. Apa botol susu yang saya gunakan untuk si kecil aman? Karena ternyata dampaknya cukup serius, jika masuk ke dalam tubuh dan terakumulasi

dapat mengakibatkan kanker, perubahan hormon, mempengaruhi saraf dan perkembangan janin di dalam rahim.

Sejak saat itu saya memutuskan untuk selalu melihat kode plastik kemasan makanan dan minuman sebelum memutuskan membeli, terutama demi keamanan si kecil.


Sampai hari berikutnya di sebuah supermarket saya kebingungan menatap angka 1 di dalam segitiga tanda panah melingkar di bawah kemasan juice yang ingin saya beli. Ini nomor yang aman gak ya?
Nomor berapa yang aman untuk makanan dan minuman?

Setelah hunting di internet dan diketik rapih, saya meminta suami juga si mbak yang bantu di rumah untuk menghapal kode - kode ini. Lalu saya tempel di pintu kulkas agar jika tetap lupa saat sedang di supermarket, bisa telp rumah dan minta orang rumah melihatnya.

Kode
Bahan baku plastik
Untuk mengemas
Polyethylene terephtalate (PTE atau PETE)

Aiir minum, minuman berkarbonasi, jus, saus, jeli, selai dan minyak goreng
High density polyethylene (HDPE)

Susu, yogurt dan galon air minum
#
Polyvinyl chloride (PVC) atau disebut vinil
(Cling wrap), wadah kue kering atau cokelat.
Low density polyethylene (LDPE)
Plastik kemasan rapat (cling wrap) roti, makanan beku dan botol plastik yang dapat ditekan
Polypropylene (PP)
Sup, saus tomat dan margarin
#
Polystyrene (PS)
Dikenal dalam bentuk kemasan stereofom
#
Polycarbonate

mengandung bisphenol-A yg berbahaya & dpt bermigrasi. Plastik ini tahan suhu tinggi. Ada yg menggunakan sbg botol susu bayi & alat2 makan (sendok, garpu, pisau) plastik.

Catatan : # Berbahaya jika digunakan untuk makanan atau minuman.
Untuk plastik kode 4 meskipun aman, sebaiknya jangan diisi ulang lebih dari 3 kali.

Hal lain yang harus diingat tetap hindari memanaskan makanan dengan wadah atau bungkus yg terbuat dari plastik dalam microwave. Jangan pula menggunakan tempat dari plastik untuk menaruh makanan panas dan berminyak. Karena migrasi (perpindahan) komponen plastik ke dalam makanan selama pemanasan atau pada suhu tinggi semakin besar. kecuali untuk wadah plastik yang telah dijamin keamanannya atau food grade.

Jadi jika akan membeli makanan panas, berminyak, atau berkuah, sebaiknya membawa sendiri wadah plastik food grade dari rumah. Ehm, agak repot juga ya, kalau tiba-tiba di tengah perjalanan pulang kantor atau malling ngiler melihat sop konro dan ingin membungkusnya untuk dimakan di rumah bareng suami.

Dari berbagai sumber. (rina)

Ilustrasi gambar : www.dustbowl.wordpress.com

Selasa, Agustus 04, 2009

Tips Membersihkan Boneka Anak Anda


By : Rina Susanti

Si kecil suka bermain-main dengan bonekanya? Hati-hati, tanpa perawatan yang baik boneka yang lucu ini malah bisa jadi sumber penyakit. Permukaannya yang halus dan lembut gampang sekali menyerap debu dan jika lembab jadi tempat bersembunyi yang asik untuk bakteri.

Berikut adalah tips membersihkan dan merawat boneka kesayangan si kecil tanpa merusaknya;

  1. Jika bonekanya hanya berdebu, cukup diseka dengan kain yang telah dibasahi air hangat atau dibersihkan dengan menggunakan selotif. Tempelkan selotif pada bagian yang berdebu lalu lepas kembali selotifnya.

  2. Tidak semua boneka bisa dicuci dengan mesin cuci. Jadi sebaiknya lihat dilabelnya dan ikuti instruksinya. Jika bisa dicuci dengan mesin cuci, ada hal-hal yang harus diperhatikan;
    • Pastikan boneka tidak sobek, jika sobek dijahit terlebih dahulu.Jika bernoda, taruh diterjen di atasnya dan biarkan beberapa saat sebelum di cuci.
    • Jika boneka dicuci bersamaan dengan cucian lain (pakaian) sebaiknya boneka di masukkan ke dalam sarung bantal dan dengan kecepatan paling lambat.
    • Jangan mengeringkannya di mesin pengering sebagai antisipasi jika bahan pengisi boneka adalah bahan yang dapat menyusut.

  3. Cara mencuci boneka secara manual; larutkan deterjen dalam air lalu masukkan boneka yang telah dibasahi sebelumnya, biarkan beberapa menit, kucek, lalu bersihkan.

  4. Menjemur boneka sebaiknya tidak langsung dibawah sinar matahari karena dapat memudarkan warna.

  5. Selesai dicuci dan kering, sisir boneka dengan sisir rambut.

  6. Untuk boneka yang sudah tua dan berbulu lembut; masukkan boneka dalam tas kertas dan beri baking soda. Guncang-guncangkan sampai baking sodanya menempel rata di boneka. Biarkan sekitar setengah jam dan kemudian bersihkan menggunakan handuk.