Rabu, Oktober 10, 2018

7 Kebiasaan Anak Bahagia

Judul buku          : 7 Kebiasaan Anak Bahagia
Penulis                 : Sean Covey
Penerbit              : Libri (Lini dari penerbit BPK Gunung Mulia)
Tahun                   : 2015
Halaman              : 192 hal



Dengar istilah Seven Habits pasti langsung ingat penulisnya Steven Covey, buku yang popular sekitar tahun 1990 an. Buku Seven Habits adalah buku self help pertama yang saya baca, sebelumnya bacaan saya ga jauh dari Enid Blyton dan Agatha Christie hehehe.

Ingatan saya pun langsung ke Steven Covey begitu melihat buku Seven Habits for Kids. Apa hubungannya sama Steven Covey nih pikir saya. Setelah dibuka – buka dan baca biographi penulisnya, ternyata penulisnya anak Steven Covey, Sean Covey. Jadi tebakan saya ga salah – salah amat.

Sabtu, Oktober 31, 2015

Kami tetap menyayangimu Kelinci Kecil



Judul Buku : Kami Tetap Menyayangimu Kelinci Kecil
Penulis        : Denia Putri Prameswari
Penerbit      : Arkea Books
Tahun          : September 2015
Hal                : 20













Suatu hari si sulung saya pernah bertanya,"Ma, kenapa Abi dan Mommynya Arsel rumahnya beda." Arsel adalah tetangga kami dan teman main si sulung.

"Iya, mereka tinggal tidak serumah."
"Kenapa?"
Ehm. awalnya agak bingung, mau jawab bercerai pasti si sulung nanya lagi. kalau tidak jawab, pasti nanya lagi dan lagi. Sama aja hehhe.
"Mereka bercerai, jadi harus pisah rumah,"
"Kenapa?"
"Mama tidak tahu, mungkin ada masalah dan kita tidak berhak tahu."

Buku ini, yang pertama kali saya bacakan minggu lalu, memberi penjelasan lebih banyak mengenai kata cerai pada si sulung. Dengan bahasa sederhana dan mudah di pahami anak-anak. 

Buku cerita memang media yang sangat baik untuk menyampaikan hal berat pada anak, menjadi mudah dipahami dan menanamkan sikap empati. Bukan tidak mungkin di sekolah, si kecil kita memiliki teman yang orangtuanya bercerai, melalui buku ini, ia jadi tahu bagaimana seharusnya bersikap terhadap temannya.

Tokoh dalam buku ini adalah Kelik si kelinci kecil. Rutinitasnya berubah sejak Ayah dan Ibunya memutuskan bercerai. Begitupun perasaannya, Kelik merasa bingung, sedih, marah, takut dan kadang malu.

Ayah dan Ibu menjelaskan bahwa bercerai artinya Ayah dan Ibu Kelik tidak akan tinggal serumah lagi. Ayah akan pergi dan tinggal di rumah lain, sedangkan Ibu tetap tinggal di rumah ini bersama Kelik.

Setiap hari  pada hari jumat, sabtu dan minggu, Kelik dapat tinggal di rumah Ayahnya. Artinya, Ayah akan tetap menemaninya berenang pada hari minggu, sama seperti sebelum bercerai. Dan Ibu tetap mengajaknya belanja setiap sore.

Pada hari spesial seperti ulang tahun Kelik akan merayakannya bersama Ayah dan Ibu.


Kelik jadi tahu dan merasakan, kasih sayang Ayah dan Ibu tidak berubah sedikitpun meskipun kini mereka bercerai. Seperti kata Ayah dan Ibu, “Kami tetap menyayangimu, Kelik kelinci kecil.”


Sedikit mengenai penulis buku ini;

Denia Putri Prameswari adalah seorang magister psikolog terapan dan kini mengelola sekolah bernama Sekolah Bunga Matahari. mengenainya bisa juga di lihat di www.deniaputri.com.



Senin, Juli 27, 2015

Mini Ensiklopedia MP-ASI SEHAT



Judul Buku          : Mini Ensiklopedia MP-ASI SEHAT
Penulis                : Tim Admin Homemade Healty Baby Food (HHBF)*
Penerbit              : PandaMedia, imprint Gagas Media
Tahun                 : 2015
Hal                      : 247
ISBN                   : 978-979-780-800-6










Mini Ensiklopedia MP-ASI SEHAT

Banyak para Mama yang kini memasak sendiri makanan pendamping ASI nya alias tidak instan, alasannya agar lebih sehat  karena tidak ada penambahan gula, garam, penyedap rasa (MSG) dan pengawet. Selain itu MP-ASI rumahan juga lebih hemat, bahan mudah di dapat, variatif dan sehat alami.

MP-ASI di kenalkan pada bayi usia 6 bulan setelah lulus ASI ekslusif alasannya karena pada usia ini sistem pencernaan bayi sudah berkembang lebih baik dan siap menerima makanan selain ASI.  Sedangkan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan agar bayi mendapat gizi sempurna dari ASI yang mengandung imunitas.

Ada beberapa resiko jika bayi di berikan MP-ASI di bawah usia 6 bulan diantaranya terganggunya sistem pencernaan bayi karena sistem pencernaannya belum siap menerima makanan selain ASI. Akibatnya bayi beresiko mengalami konstipasi, kembung dan mual. Pada usia di bawah 6 bulan enzim amilase dan lipase, enzim pemecah karbohidrat dan lemak jumlahnya belum banyak.

WHO merekomendasikan MP-ASI di buat dari makanan sehat alami dan bervariasi untuk memenuhi kriteria gizi seimbang.

kenapa MP-ASI sebaiknya tanpa gula dan garam?  Bayi membutuhkan gula dan garam dalam jumlah sedikit dan itu sudah terpenuhi dari ASI dan sumber makanan MP-ASI seperti sayuran, buah, sumber  karbohidrat lemak dan protein.

Agar MP-ASI tak terasa hambar dan tetap enak tambahkan bumbu dan rempah dalam olahan MP-ASI. Dan sebagai negara tropis, kita patut bersyukur dengan beragamnya bumbu dan rempah yang mudah di dapat. Bumbu dan rempah apa saja, bagaimana takarannya? Apa manfaatnya selain menambah rasa? Semuanya di ulas tuntas di bab Bumbu hal 24 buku ini.
Trend pola makana dengan  food combining mulai merambah MP-ASI. Apakah benar FC bisa diterapkan pada MP-ASI?

Pola FC tidak dianjurkan diterapkan pada anak dan remaja dalam masa pertumbuhan. Karena dalam masa pertumbuhan bayi dan anak memerlukan kebutuhan protein tinggi dan dalam satu porsi harus mengandung nutrisi yang lengkap sesuai rekomendasi panduan MP-Asi WHO.

Namun begitu pola FC dapat di adaptasi berdasarkan pakar gizi Wied Harry. Adaptasi pola FC di terapkan untuk mengenalkan beragam makanan pada bayi secara bertahap (hal 54).
Peralatan untuk mengolah dan membuat MP-ASI dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan yang ada di rumah, pada intinya harus di olah dengan cara sehat dan tingkat kehalusan makanan di sesuaikan usia bayi.

Selain pengolahan yang sehat harus di perhatikan juga cara penyimpanan karena biasanya para Mama membuat MP-ASI untuk beberapa kali makan dengan alasan kepraktisan dan hemat waktu.

Karena sistem percernaan dan reaksi bayi masih sensitif dan rentan terhadap beberapa makanan, makan Ibu sebaiknya mengenal jenis sumber MP-ASI dan kemungkinan reaksinya pada bayi. Misalnya, kapan sebaiknya di kenalkan pada olahan seafood dan kacang-kacangan karena kedua makanan ini paling banyak pemicu alergi pada beberapa bayi. Mengenai  sumber makanan MP-ASI di bahas secara lengkap di bab sumber bahan-bahan MP-ASI hal 100.

Sesuai judulnya sebagai mini ensiklopedia MP-ASI, buku ini berisi panduan lengkap mengenai MP-ASI rumahan, dari pengenalan mengenai MP-ASI yang di rekomendasikan WHO berikut alasannya, fungsi peralatan masak dalam menyiapkan MP-ASI, cara pengolahan, penyimpanan , penyajian dan resep. Yap, di bagian akhir buku ini ada beberapa resep yang bisa di contek. Resepnya bervariasi dan mudah di praktikkan. Tulisan dalam setiap bab di sertai daftar referensi.

Menurut saya kemasan buku ini cukup luxs, kertasnya tebal, mengkilap, gambar dan fotonya berwarna. Ilustrasi bukunya juga menarik. Bagaimanapun menampilan buku alias kalau eye catching, selalu menjadi daya tarik tersendiri untuk semangat membaca bukan?

Recommend buat Moms yang siap atau sedang memberikan MP-ASI rumahan.

ilustrasi dan warna eye catching

*Homemade Healty Baby Food (HHBF) adalah komunitas parenting di dunia maya yang menggunakan basis media sosial facebook. Merupakan komunitas sara sharing apra orangtua dalam membuat makanan sehat untuk putra-putrinya.