Senin, Juli 27, 2015

Mini Ensiklopedia MP-ASI SEHAT



Judul Buku          : Mini Ensiklopedia MP-ASI SEHAT
Penulis                : Tim Admin Homemade Healty Baby Food (HHBF)*
Penerbit              : PandaMedia, imprint Gagas Media
Tahun                 : 2015
Hal                      : 247
ISBN                   : 978-979-780-800-6










Mini Ensiklopedia MP-ASI SEHAT

Banyak para Mama yang kini memasak sendiri makanan pendamping ASI nya alias tidak instan, alasannya agar lebih sehat  karena tidak ada penambahan gula, garam, penyedap rasa (MSG) dan pengawet. Selain itu MP-ASI rumahan juga lebih hemat, bahan mudah di dapat, variatif dan sehat alami.

MP-ASI di kenalkan pada bayi usia 6 bulan setelah lulus ASI ekslusif alasannya karena pada usia ini sistem pencernaan bayi sudah berkembang lebih baik dan siap menerima makanan selain ASI.  Sedangkan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan agar bayi mendapat gizi sempurna dari ASI yang mengandung imunitas.

Ada beberapa resiko jika bayi di berikan MP-ASI di bawah usia 6 bulan diantaranya terganggunya sistem pencernaan bayi karena sistem pencernaannya belum siap menerima makanan selain ASI. Akibatnya bayi beresiko mengalami konstipasi, kembung dan mual. Pada usia di bawah 6 bulan enzim amilase dan lipase, enzim pemecah karbohidrat dan lemak jumlahnya belum banyak.

WHO merekomendasikan MP-ASI di buat dari makanan sehat alami dan bervariasi untuk memenuhi kriteria gizi seimbang.

kenapa MP-ASI sebaiknya tanpa gula dan garam?  Bayi membutuhkan gula dan garam dalam jumlah sedikit dan itu sudah terpenuhi dari ASI dan sumber makanan MP-ASI seperti sayuran, buah, sumber  karbohidrat lemak dan protein.

Agar MP-ASI tak terasa hambar dan tetap enak tambahkan bumbu dan rempah dalam olahan MP-ASI. Dan sebagai negara tropis, kita patut bersyukur dengan beragamnya bumbu dan rempah yang mudah di dapat. Bumbu dan rempah apa saja, bagaimana takarannya? Apa manfaatnya selain menambah rasa? Semuanya di ulas tuntas di bab Bumbu hal 24 buku ini.
Trend pola makana dengan  food combining mulai merambah MP-ASI. Apakah benar FC bisa diterapkan pada MP-ASI?

Pola FC tidak dianjurkan diterapkan pada anak dan remaja dalam masa pertumbuhan. Karena dalam masa pertumbuhan bayi dan anak memerlukan kebutuhan protein tinggi dan dalam satu porsi harus mengandung nutrisi yang lengkap sesuai rekomendasi panduan MP-Asi WHO.

Namun begitu pola FC dapat di adaptasi berdasarkan pakar gizi Wied Harry. Adaptasi pola FC di terapkan untuk mengenalkan beragam makanan pada bayi secara bertahap (hal 54).
Peralatan untuk mengolah dan membuat MP-ASI dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan yang ada di rumah, pada intinya harus di olah dengan cara sehat dan tingkat kehalusan makanan di sesuaikan usia bayi.

Selain pengolahan yang sehat harus di perhatikan juga cara penyimpanan karena biasanya para Mama membuat MP-ASI untuk beberapa kali makan dengan alasan kepraktisan dan hemat waktu.

Karena sistem percernaan dan reaksi bayi masih sensitif dan rentan terhadap beberapa makanan, makan Ibu sebaiknya mengenal jenis sumber MP-ASI dan kemungkinan reaksinya pada bayi. Misalnya, kapan sebaiknya di kenalkan pada olahan seafood dan kacang-kacangan karena kedua makanan ini paling banyak pemicu alergi pada beberapa bayi. Mengenai  sumber makanan MP-ASI di bahas secara lengkap di bab sumber bahan-bahan MP-ASI hal 100.

Sesuai judulnya sebagai mini ensiklopedia MP-ASI, buku ini berisi panduan lengkap mengenai MP-ASI rumahan, dari pengenalan mengenai MP-ASI yang di rekomendasikan WHO berikut alasannya, fungsi peralatan masak dalam menyiapkan MP-ASI, cara pengolahan, penyimpanan , penyajian dan resep. Yap, di bagian akhir buku ini ada beberapa resep yang bisa di contek. Resepnya bervariasi dan mudah di praktikkan. Tulisan dalam setiap bab di sertai daftar referensi.

Menurut saya kemasan buku ini cukup luxs, kertasnya tebal, mengkilap, gambar dan fotonya berwarna. Ilustrasi bukunya juga menarik. Bagaimanapun menampilan buku alias kalau eye catching, selalu menjadi daya tarik tersendiri untuk semangat membaca bukan?

Recommend buat Moms yang siap atau sedang memberikan MP-ASI rumahan.

ilustrasi dan warna eye catching

*Homemade Healty Baby Food (HHBF) adalah komunitas parenting di dunia maya yang menggunakan basis media sosial facebook. Merupakan komunitas sara sharing apra orangtua dalam membuat makanan sehat untuk putra-putrinya.



Minggu, Juni 14, 2015

Tentang Kita

Judul Buku          : Tentang Kita   
Penulis                 : Reda Gaudiamo
Penerbit              : Stiletto Book
Tahun                   : Mei, 2015
Hal                          : 188
ISBN                      : 978-602-27-572379

Potret keluarga dalam sebuah fiksi

Membaca cerpen dalam buku kumpulan cerpen  yang di tulis  Reda  Gaudiamo, seperti bercermin pada keseharian. Kejadian yang begitu dekat  dengan kehidupan. Satu atau dua cerpen  dalam buku ini mungkin ada kesamaannya dengan kisah hidup teman, tetangga, saudara atau kita sendiri sebagai pembaca. Konflik keluarga,  seorang ibu yang mendambakan menantu ideal untuk putrinya,  hubungan kakak adik, persahabatan, gelora jiwa muda anak sma, dilema pasangan urban baru menikah, antara menunda memiliki anak atau langsung memiliki anak.  Seperti dalam cerpen berjudul Tentang Kita, yang sekaligus menjadi judul buku kumpulan cerpen ini.

“Kita tidak punya apa-apa. Rumah masih kontrakan. Sempit pula. Kalau dia lahir, mau di taruh di mana? Tempat ini jauh dari keramaian, dari pusat kota.  Kendaraan sendiri tidak punya. Kalau aku melahirkan malam-malam, mau naik apa kita ke rumah sakit? Seperti apa kacaunya...”

Lalu ketika akhirnya janin tumbuh di luar rencana, dan keadaan membenturkan pada situasi yang memaksa untuk memilih, cukup kuatkan naluri seorang ibu? Tanpa menghakimi atau menggurui, penulis menuntaskan cerpen ini dengan akhir yang memikat sekaligus membuat merenung.

Cerpen berjudul Anak ibu dan Menantu di halaman 31 dan 113, mengingatkan saya pada sebuah kalimat ‘setiap orangtua menginginkan yang terbaik untuk anaknya’, kalimat yang kerap kali menjebak orangtua pada upaya memilihkan bahkan memaksakan kehendak pada anak dengan alasan untuk kebaikan anak kelak. Dengan asumsi kebaikan untuk anak menurut orangtua sama dengan kebahagiaan anak.

Cerpen berjudul 24 x 60 x 60 memotret dengan sederhana  keseharian yang khas keluarga urban. Suami dan istri yang sama-sama di sibukkan dengan urusan pekerjaan, kemacetan dan sempitnya waktu untuk keluarga. Pagi hari selalu huru hara karena terlambat bangun dan menyiapkan kebutuhan anak.

Cerpen dalam buku ini terdiri dari 17 cerpen dan sepertinya di susun dengan pertimbangan tertentu, karena seperti memiliki alur, dan  di tutup dengan cerpen berjudul Pada Suatu Pagi, berkisah tentang seorang ibu di masa tuanya. Harapan  yang mewakili perasaan kaum ibu dan orangtua pada umumnya.

“Bukan pemakaman terbaik, termewah dan kelompok pembaca doa berseragam yang kunanti, tapi percakapan, gelak tawa, berbagi cerita yang berlangsung ketika kita masih bersama...”(hal 203)

Walaupun semua cerita berkutat pada keseharian yang begitu lekat dengan kehidupan, namun pembaca tidak akan kehilangan greget saat membacanya. Bukan karena penulis mengemasnya dalam kata yang penuh metapor yang wah dan  menjelimet, justru sebaliknya. Penulis menggunakan bahasa sederhana, lugas dan to the point. Dan walaupun minim deskripsi karena pilihan katanya tepat, mampu membawa pembaca  membayangkan situasi saat percakapan terjadi dalam cerpen tersebut. Seperti kutipan berikut (hal 113);

“Jadi kamu mau di kawini si Jawa itu?”
“iya.”
“Aduh, hitamnya.”
“Tidak apa-apa.”
“Nanti anakmu jadi hitam kelam.”

Selain bahasa yang lugas, penulis juga menggunakan sudut pandang  yang tidak biasa. Pemilihan sudut pandang ini  yang membuat tulisan penulis berbeda dengan penulis fiksi lain walaupun tema yang diangkat sama. Sudut pandang yang juga membuat cerita lebih hidup dan menyentuh sisi kehidupan tanpa memaparkan nilai-nilai cerita dalam bentuk kalimat namun terpaparkan secara tersirat dalam setiap cerita, tanpa menggurui atau menghakimi. Hingga cerpen dalam buku ini terasa bersahaja, sederhana dan lugas walaupun begitu hampir setiap cerpen dalam buku ini memiliki kejutan, entah dari sudut pandang yang dipilih maupun ending cerita.

Kepiawain penulis, Reda Gaudiamo, dalam mengolah kata, memilih tema dan sudut pandang, tak lepas dari profesinya sebagai jurnalis yang pernah mengelola beberapa media massa gaya hidup.

Cerpen dalam buku ini di tulis dalam rentang waktu yang cukup panjang dan merupakan cerpen yang pernah dimuat di berbagai media massa. Namun teman yang diangkat dalam setiap cerpen membuat tak lekang waktu.

Quote yang paling saya suka ada di halaman 203, dalam cerpen terakhir di buku ini dan  sudah saya kutif di atas. Quote yang mengingatkan saya bahwa itulah yang harus saya lakukan kelak jika Ibu atau Bapak saya sudah sepuh. 

Tulisan ini diikutsertakan dalam  “Tentang Kita Reading Challenge – Stiletto Book”,


link review di goodreads https://www.goodreads.com/review/show/1307479406?book_show_action=false
email rina_fam@yahoo.com
twitter @rinasusanti



Jumat, Mei 22, 2015

The Best of You

Judul Buku          : Knowing The Best Of You  
Penulis                 : Saeful Zaman dan Moch. Yusuf Solichin
Penerbit              : Lintas Kata
Tahun                   : 2015
Hal                          : 188
ISBN                      : 978-602-27-144552

Mengenali Potensi Diri


Semua orang memimpikan kesuksesan dalam hidupnya. Kesuksesan yang umumnya di pahami sebagai hidup yang menyenangkan, sehat, banyak uang, banyak teman, religius, memiliki keluarga harmonis dan sederet kehidupan ideal lainnya. Tapi apa mungkin ada kesuksesan sempurna seperti itu bisa di raih?

Jawabannya sangat mungkin! Ga percaya? Sama. Tapi buku ini memberikan panduan bagaimana kita mengenali potensi dalam diri dan mengembangkannya secara maksimal hingga kesuksesan yang kita impikan bisa terwujud.

Eit, tapi untuk meraih kesuksesan itu ada rintangannya, artinya jalan yang dilalui ga selamanya mulus. Manusia jika saat menghadapi rintangan yang dirasa berat, mental akan down dan muncul rasa pesimis. Bagaimana agar diri selalu termotivasi? Jawabannya di kupas di halaman 103.

Ada tiga kompetensi untuk mencapai sukses yaitu kompetensi profesional, kompetensi intrapribadi dan kompetensi interpribadi. Kompetensi intrapribadi dan interpribadi, dikatagorikan sebagai soft skill yang merupakan kecerdasan emosi dan ini berperan 2/3 dalam menentukan kesuksesan.

Kecerdasan emosi dapat diasah dengan cara belajar. Gaya belajar ini berbeda untuk setiap orang dan sebaiknya kita mengenali gaya belajar kita agar mudah paham dan enjoy saat mempelajari sesuatu. Buku ini menerangkan beragam gaya belajar berikut ciri-cirinya dengan begitu pembaca bisa menemukan seperti apa gaya belajarnya.

You are what you think. Kamu adalah aktivitas yang ada di otakmu (hal 49). Terkesan sepele tapi sangat berpengaruh besar pada jalan hidup akan kita lalui. Artinya, kesuksesan di mulai dari pikiran. Mulailah berpikir bahwa kita bisa sukses. Namun begitu harus di ingat bahwa sukses merupakan sebuah proses menghadapi dan menyelesaikan rintangan.

Ada delapan kunci kesuksesan yang di tulis dalam buku ini diantaranya tahan banting – tidak mudah mengeluh dan frustasi – dan hindari mencari alasan ‘saya tidak bisa..’. ‘ saya belum mampu...’ (hal 57).

Dengan bahasa yang santai dan layoutnya yang menarik dan ‘ramai’, buku ini sangat cocok di baca para remaja. Dengan pengenalan diri lebih dini tentu si remaja menjadi tidak mudah terbawa arus pergaulan yang salah. Si remaja pun jadi bisa mengukur dan membuat perencanaan apa dan bagaimana masa depan yang kelak dia inginkan. Namun bukan berarti buku ini tidak cocok untuk orang dewasa lho.

Di lengkapi jendela Johari, kuisioner dan ‘space’ untuk membaca mencatat apa impian dan potensi dirinya, buku ini jadi bisa menjadi panduan pribadi untuk pembacanya.





Sangat di rekomendasikan para orangtua yang memiliki anak remaja menghadiahi buku ini.