Tampilkan postingan dengan label penerbit Noura Books. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penerbit Noura Books. Tampilkan semua postingan

Jumat, Januari 23, 2015

@Tentang Anak


Judul Buku          : Tentang Anak  
Penulis                 : Joko Dwinanto
Penerbit              : Noura Books
Tahun                   : November 2014
Hal                          : 227
ISBN                      : 978-602-1306-68-0

Tentang Anak

Berbicara tentang anak-anak tak akan pernah habis. Tingkahnya yang lucu, menggemaskan, penuh kejutan cerdas sekaligus menuntut kesabaran lebih. Mereka tengah berproses dan membutuhkan bimbingan Ayah dan bunda. Ya, bukan hanya Bunda juga Ayah. Karena ada pembelajaran dari sosok Ayah yang tidak bisa di gantikan Bunda. Sebut saja misal ketegasan, perasaan rasa aman,  dilindungi dan tanggung jawab. Kehadiran Ayah mendampingi tumbuh kembang membuat anak belajar arti tanggung jawab terhadap keluarga.

Kesibukan dan kemacetan yang menghabiskan waktu sekian jam di perjalanan pulang pergi kantor, biasanya menjadi alasan para Ayah  tidak  miliki waktu dengan anak-anak. Padahal kelak, sedikitnya waktu yang dihabiskan dengan anak-anak adalah salah satu dari sekian banyak hal yang kerap di sesali para orangtua saat anak-anak mereka dewasa. Menyesal tidak bermain bersama anak, menyesal tidak mendorong anak untuk memiliki hobi tertentu, menyesal tidak menikmati jalan-jalan bersama anak, menyesal tidak pergi berlibur bersama-sama dsb (hal 53).

Salah satu cara mensiasati waktu yang terbatas agar berkualitas dengan anak-anak adalah, letakkan gadget saat di rumah dan fokuskan perhatian pada anak-anak.

Selain waktu, tantangan terbesar orangtua masa kini adalah keberadaan tv dan games termasuk di dalamnya game online. Beberapa games atau film yang mengandung unsur kekerasan di kemas secara halus dan dalam konteks anak-anak sehingga baik orangtua maupun anak tidak menyadari bahayanya. Berdasarkan sebuah penelitian di Inggris yang di paparkan dalam buku ini membuktikan, games yang mengandung kekerasan membuat anak menjadi terbiasa dengan perilaku kekerasan dan tidak peduli terhadap kesulitan orang lain (hal 96). Begitupun tayangan tv, sebaiknya orangtua mengontrol game dan TV yang di tonton anak-anak dan membatasi waktunya.

Sebaiknya ada banyak hal positif mendekatkan anak dengan buku. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk membudayakan kebiasaan membacakan buku. Hanya dengan bermodalkan buku dan kemauan yang kuat dari orangtua (hal 104).

Sebenarnya, setiap orangtua sudah dibekali naluri, bagaimana membimbing dan mendidik anak. Namun ada kalanya mengandalkan naluri saja tidak cukup, karena saat berhadapan dengan anak dengan perilakunya yang berubah-rubah dan sifat egonya yang masih dominan, sering memancing emosi negatif orangtua. Pada saat yang sama, adakalanya orangtua di dera stress dengan atau tanpa disadari, entah karena pekerjaan di kantor atau masalah lain. Tanpa pemahaman yang cukup mengenai karakter anak pada setiap rentang usia alias hanya mengandalkan naluri saja, besar kemungkinan para orangtua lebih mudah terpancing emosi negatifnya saat mendidik mereka.

Tanpa pemahaman yang baik mengenai anak juga dapat menjebak orangtua dalam pola asuh salah tanpa disadari. Sepertinya misalnya, sikap terlalu memanjakan dan selalu membantu anak saat ia tengah berproses belajar. Sikap yang justru akan menghancurkan anak di masa depannya karena anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak kokoh dan tidak mandiri. Ada saatnya anak benar-benar perlu di tuntun ada saatnya orangtua hanya bertugas menjadi fasilitator dan pembimbing.

Di sinilah pentingnya para orangtua belajar ilmu mengenai pengasuhan. Beberapa orangtua menganggap belajar ilmu pengasuhan itu ribet, menjelimet karena harus ini itu sehingga memilih mengandalkan insting saja.

Padahal Parenting is supposed to be fun! Membaca buku tentang anak yang ditulis Joko Dwinanto  ini  memang terasa kalau mengasuh anak itu sesuatu yang menyenangkan selain  gaya bahasanya yang santai, juga disajikan dengan lucu, jujur dan simple, membuat jarak dengan pembaca dekat. Hal lain yang berbeda, ditulis dalam perspektif seorang Ayah. Tulisan-tulisan dengan tema Ayahnya terasa lebih mengena, seperti di bab lembur, lelaki sejati, peran ayah dan ketika kau merokok.

Buku ini merupakan paparan dari tweet akun TentangAnak milik penulis. Tidak hanya soal mendidik anak, buku ini juga mengangkat isu-isu yang selalu hangat di antara para orangtua seperti hubungan menantu dan mertua, babyblues, sufor vs UHT dan masih banyak lagi.

Di bagi dalam bab-bab pendek sesuai tema, dipaparkan dengan singkat dan padat. Cocok untuk para orangtua yang merasa sibuk tak ada waktu untuk membaca.


Saat anda sudah menjadi orangtua, tak ada pilihan lain selain belajar memahami dunia anak-anak dan membimbing mereka.

Kamis, Desember 04, 2014

Panduan Kehamilan untuk Muslimah




Judul Buku          : Panduan Kehamilan Muslimah
Penulis                 : Dr. Dr. H. Imam Rasjidi, SpOG(K) Onk
Penerbit              : Noura Books
Tahun                   : 2014 (cetakan ke 2)
Hal                          : 245
ISBN                      : 978-602-9498-38-7

Panduan Kehamilan Muslimah

Kehamilan adalah moment yang ditunggu pasangan suami istri. Bukan sekedar buah dari kasih sayang antara istri dan suami, fitrah ilahiah juga yang menjadikan pasangan suami istri bahagia saat seorang anak hadir dalam keluarga.

Kehamilan adalah proses yang panjang dan berat, jadi sebaiknya dipersiapkan dengan menjaga kesehatan fisik, mental dan membekali diri dengan pengetahuan sistem reproduksi.  Gunanya selain  untuk memudahkan ibu memahami perubahan yang akan dialami selama kehamilan, baik perubahan fisik maupun mental juga agar janin tumbuh sehat.

Kesehatan fisik di jaga dengan memulai pola hidup sehat seperti tidak merokok, olahraga teratur, makanan dan minuman yang dikonsumsi baik dan bergizi dan yang tak kalah penting menghindari stress. Sedangkan kesiapan mental di lakukan dengan cara menyadari sepenuhnya peran baru yang siap di emban yaitu sebagai ibu dan ini tentu akan merubah banyak hal dalam hidup. 
Proses hamil diawali dengan adanya pembuahan (konsepsi), perkembangan janin dalam rahim dan diakhiri dengan lahirnya bayi. Konsepsi terjadi ketika sel telur di buahi sperma, proses ini terjadi beberapa saat setelah melakukan hubungan intim suami istri (hal 2).

Kehamilan di tandai dengan keterlambatan haid dan meningkatnya hormon kehamilan yang bisa di deteksi melalui air urine setelah sekitar 10 hari terlambat menstruasi.

Perubahan fisik dan mental ini biasanya diikuti beragam keluhan, diantaranya pembesaran rahim menyebabkan kram perut. Perut bawah terasa sakit dan sering buang air kecil, akibat peregangan otot rahim dan ligamen penyangga rahim. Pergelangan dan jemari kaki bengkak akibat pembesaran rahim yang menekan pembuluh darah sehingga darah mengumpul di bagian bawah tubuh.

Perkembangan janin dari minggu ke minggu adalah hal menakjubkan. Semuanya terangkum secara dalam bab 3 (hal 39) yang membahas mengenai masa  kehamilan.

Pembentukan sistem pembuluh darah dan sistem saraf diikuti pembentukan organ vital terjadi saat ukuran janin dalam satuan milimeter bisa dikatakan sebagai pembuktian kekuasaan sang pencipta dan sesuai dengan firmanNya yang tertulis dalam AlQur’an

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah Pencipta yang Paling Baik (QS Al-Mu’minun (23):14)

Buku panduan kehamilan yang di tulis seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi   ini berbeda dengan buku panduang kehamilan pada umumnya. Perbedaan itu terletak pada penulisannya yang dilihat dalam perspektif Islam.

Selain pembahasan secara ilmiah juga dilihat korelasinya dengan dalil AlQur,an , hadits atau pendapat para ulama. Dari mulai adab bersenggama,  pemilihan dokter kandungan laki-laki atau perempuan, perkembangan janin dari minggu keminggu sampai perawatannya.

Dalam agama  Islam, hubungan suami istri bernilai ibadah karena ini adalah jalan halal yang disediakan Allah untuk melampiaskan hasrat biologis insani dan menyambung keturunan Bani Adam. Karena tujuan mulai dan bernilai ibadah, pengetahuan adab hubungan suami istri dalam Islam sangat penting agar menghasilkan keturunan yang baik dan tidak terjebak dalam perilaku seksual yang bertentangan dengan ajaran agama (hal 25). Adab tersebut diantaranya; bersih dan suci, tidak dilakukan saat istri sedang haid, di tempat tertutup dan berdoa.

Perkembangan janin dari minggu ke minggu di bahas cukup detail, pengetahuan ini penting bagi ibu hamil agar dia tahu bagaimana menjaga dan merawat kehamilannya, mengetahui keluhan yang menyertai setiap tahap perkembangan dan mengetahui kapan dan apa stimulasi untuk bayi saat itu.
Pada minggu ke 16, Allah swt meniupkan ruh-Nya, seperti dalam sebuah Hadits “Sesungguhnya tia-tiap kamu di bentuk dalam perut ibunya 40 hari terbentuk nutfah (tetesan air), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama 40 hari, kemudian menjadi mudhghoh (segumpal daging) selama 40 hari, kemudian dikirimkan kepadanya malaikat meniupkan ruh.”

Pada sebagain masyarakat pada minggu ini biasanya para orangtua mengadakan selamatan pengajian dan membaca surat Yusuf dan Maryam, dengan harapan anak yang dikandung memiliki kepribadian dan paras yang rupawan seperti Maryam atau Yusuf.

Nutrisi adalah hal penting yang harus di perhatian saat merawat kehamilan, karena nutrisi bukan hanya untuk fisik bayi juga perkembangan otaknya. Nutrisi bukan hanya baik juga halal (bab 3).
Bab 4 dalam buku ini menjelaskan tanda-tanda persalinan dan  informasi beragam cara melahirkan yang dirujuk dokter jika kelahiran normal tidak memungkinkan. Bab 5 dan 6 berisi informasi pasca persalinan yang meliputi perawatan bayi dan perubahan yang terjadi pada ibu.

Berbicara mengenai kelahiran bayi dalam perpektif islam, tidak bisa dilepaskan dari ‘ritual’  menyambut kelahiran bayi yang di perintahkan Allah SWT dan atau dicontohkan Nabi Muhammad saw, seperti akikah, cukur rambut dan khitan. Penjelasan mengenai ini beserta dalil dan hukumnya ada di bab 6. Sayang penjelasan mengenai cukur rambut pada bayi tidak di bahas sama sekali padahal itu adalah salah satu rangkaian menyambut kelahiran bayi yang di perintah dan dicontohkan rasulullah Muhammad saw, yang tujuannya bukan hanya membersihkan kotoran juga menshadaqohkan rambut setelah mengkonversikan beratnya dengan harga emas.

Begitupun penjelasan pada bagian vaksin yang sama sekali tidak disinggung pendapat alim ulama. Karena vaksin masih menjadi pro kontra, dengan memberikan penjelasan yang berimbang, dalil yang pro dan kontra, akan memudahkan para orangtua mengambil keputusan mengenai vaksin ini.
Ditulis dengan berpijak pada perpekstif islam, tentunya bukan hanya membuat ibu hamil paham mengenai kehamilan juga mengajak lebih dekat dengan sang Pencipta. Hubungan spiritual ini berpengaruh sangat positif pada ibu hamil.

Secara keseluruhan, buku ini bisa di jadikan panduan para ibu selama kehamilan karena bahasannya lengkap, informatif dengan bahasa mudah di cerna.


Sabtu, Agustus 02, 2014

Ayah Edy Punya Cerita




Judul Buku          : Ayah Edy Punya Cerita
Penulis                 : Ayah Edy
Penerbit              : Noura Books
Tahun                   : Februari  2014, cetakan ke 4
Hal                          : 290
ISBN                      : 978-602-7816-85-5

Membangun Indonesia Kuat dari Rumah

Gagasan membangun Indonesia yang kuat dari rumah yang dilontarkan Ayah Edy, seorang konsultan Parenting, Pendidikan dan Penulis buku ini, bukan tanpa alasan. Tahun 80-an, mahasiswa dan pelajar Malaysia dan Vietnam ke Indonesia untuk belajar, yang terjadi kini sebaliknya, pelajar dan mahasiswa kita menimba ilmu di sana. Kita mengekspor produk pertanian negara tetangga yang dulu belajar ilmu pertanian di negeri ini. Perguruan tinggi negara tetangga kini lebih maju. Kita tertinggal dari negara-negara yang dulunya belajar dari kita.

Penurunan kualitas ini tentu tak bisa diabaikan dan rumah adalah tempat yang tepat untuk memulai perubahan. Perubahan cara mendidik anak, membentuk perilaku anak yang baik dan membenahi sistem pendidikan. Orangtua adalah tonggak utama untuk perubahan ini karena orangtua berperan 70% dalam membentuk pola perilaku anak. Jika orangtua tidak melakukannya perannya dengan baik, lingkunganlah yang mengambil peran 70% (hal 27). Dan inilah yang menyebabkan anak-anak mudah tersesat dalam lingkaran pornografi, kekerasan dan narkoba.

Beberapa kesalahan orangtua dalam mendidik anak yang sering di temui adalah labeling negatif dan mendidik ala radio rusak. Labeling negatif yaitu mudahnya orangtua memberi kesimpulan buruk mengenai perilaku anak dan melabelkanya pada anak. Anak keras kepala, sulit diatur, gak mau diam, di labeli anak nakal. Padahal itu adalah satu proses wajar anak dalam tumbuh kembangnya. Sikap yang bisa menjadikannya berkarakter luar biasa jika orangtua bisa mengarahkannya. Anak ibarat kupu-kupu yang perlu waktu  untuk bisa bermetamorfosis menjadi manusia-manusia luar bisa di masa depan (hal 10).

Mendidik anak ala radio rusak adalah saat menyikapi perilaku anak yang tidak sesuai harapan kita seperti berhadapan dengan radio rusak. Saat radio mengeluarkan bunyi yang tak seharusnya atau mati, kita bisa memukul-mukul radio itu, dengan harapan bunyi radio kembali normal. Saat radio mati total barulah dibawa ke tukang reparasi.

Tidak banyak orangtua yang mau bersusah payah belajar menemukan masalah  dan mendapatkan solusinya. Orangtua sering kali memukul anaknya yang dianggap sedang ‘ngadat’ baik dengan kata-kata yang kasar ataupun dengan mempergunakan tangan (secara fisik) (hal 76)

Beberapa waktu lalu, kita dikejutkan dengan berita, sebuah sekolah yang mengeluarkan murid-muridnya karena tidak bisa membaca. Sebuah cermin bahwa ada yang salah dengan sistem pendidikan dan guru sebagai pendidik. Sekolah hanya jadi tempat penyamaratakan kemampuan anak. Anak yang gagal di ujian bukan berarti dia gagal di kehidupan. Bisa jadi justru soal-soal ujianlah yang keliru untuk menilai potensi unggul anak-anak kita (hal 153).

Cerita sekolah binatang di halaman 243 adalah contoh analogi yang tepat. Dikisahkan ada sekolah binatang, untuk bisa lulus semua siswa yang adalah binatang harus lulus dalam ujian; terbang, berenang, memanjat, berlari dan menyelam.  Hasilnya bisa ditebak, tak ada binatang yang lulus. Begitu pun kemampuan anak-anak kita, yang tidak bisa disamakan satu sama lain. Penemuan teori Multiple Intelegen Howard Gardener makin menguatkan hal ini. Karena pada intinya semua anak bisa mencapai kesuksesan di masa depan karena mereka lahir dengan membawa potensi unggul. Tinggal bagaimana orangtua dan guru, sebagai pendidik utama menemukan dan mengarahkan potensi ini. Jika sistem sekolah tidak mampu maka pilihan home schooling adalah alternatif yang sangat perlu dipertimbangkan.

Uraian dalam buku inilah tidak berupa teori melainkan berbentuk cerita. Kebanyakan cerita merupakan kisah nyata. Kisah yang bisa dijadikan teladan untuk para orangtua dan guru dalam mendidik anak. Sehingga  pembaca tidak merasa diajari dan bisa melihat bukti nyata buah dari cara mendidik anak yang baik.

Sikap dan cara mendidik orangtua dan guru bukan  hanya berpengaruh pada keberhasilan anak di masa depan tapi juga perubahan bangsa. Memulai perubahan dari sekarang dan saat ini juga dari rumah.

Jumat, Maret 14, 2014

Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak



Judul Buku          : Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak
Penulis                : Ayah Edy
Penerbit              : Noura Books
Tahun                 : Februari  2014
Hal                     : 175
ISBN                 : 978-602-1606-38-4
Harga                  : rp.42.000,-

Memetakan  Potensi Unggul Anak Sejak Dini
resensor rina susanti

*resensi ini dimuat di koran jakarta beberapa hari lalu dan di edit cukup banyak sehingga menurut saya kurang komprehensif. Berikut versi asli sebelum di bedah editor korjak. Versi korjak bisa dilihat di sini 
Setiap anak lahir dengan membawa bibit unggul masing-masing. Anak yang memiliki bibit dokter jika dirawat dengan tepat, kelak ia akan tumbuh menjadi ‘pohon dokter’, begitu pun anak dengan bibit pelukis akan tumbuh menjadi ‘pohon pelukis’ jika diasah dan dikembangkan dengan baik. Sayangnya, bibit apa yang dimiliki seorang anak tidak terstempel di dahinya, orangtua dituntut jeli membaca petunjuk – petunjuk di bawa anak sejak lahir.  Anak yang membawa bibit pelukis, biasanya sejak kecil sudah terlihat senang menggambar dan memberikan hasil gambar yang kualitasnya baik ketika diajari.
Namun adakalanya orangtua ‘memaksakan’ minat dan bakat anak dengan tujuan agar kelak si anak sukses. Sukses yang umumnya dikaitkan dengan pekerjaan yang  bisa memberikan penghasilan besar.  Tak heran jika saat memasuki jenjang kuliah, banyak orangtua menuntut anak masuk jurusan-jurusan favorit tak peduli anak tidak berminat atau tidak berbakat terhadap bidang itu.
Akhirnya bibit pelukis tumbuh menjadi ‘pohon dokter’, bibit sutradara menjadi ‘pohon insinyur’.  Mereka tumbuh menjadi dokter atau insinyur tanggung karena bekerja dengan setengah hati, tidak bahagia  dan bekerja hanya demi uang.  Mereka tidak memiliki impian dan idealis sehingga peluang untuk melakukan korupsi  besar.
Padahal jika kelak seorang anak bekerja dan mencintai pekerjaannya – walaupun bukan pekerjaan yang katanya berpenghasilan besar – ia akan bekerja dengan sepenuh hati dan bukannya cuma sibuk memburu uang, justru uanglah yang akan mengejarnya (hal 13).

Di sinilah diperlukan kebesaran hati orangtua  jika ternyata potensi ungul anak tidak sesuai yang diinginkan, atau bukan potensi yang populer di kalangan masyarakat umum, misal anak berminat dan berbakat menjadi seorang dalang.

Mengetahui potensi unggul anak sejak dini, akan memudahkan orangtua mengasah dan mengembangkannya sejak dini pula sehingga saat memasuki usia remaja anak sudah memiliki impian dan tujuan masa depan. Anak yang sudah memiliki impian dan tujuan masa depan tidak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan buruk seperti tawuran, narkoba dan pergaulan bebas.

Selain itu, mengetahui potensi unggul anak sejak dini  sama dengan menyiapkan anak-anak kita menjadi sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi pasar bebas dan menjadi tuan di negara sendiri.
Seperti kita kita ketahui, era pasar bebas sudah dimulai sejak tahun 2010, tahun 2015 negara kita akan bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN.  Tak lama lagi para pencari kerja akan bersaing dengan para pencari kerja dari berbagai negara ASEAN. Dan saat itu  yang dibutuhkan adalah SDM yang berkualitas dan spesialisasi (hal 17).

Bagaimana dengan anak yang diberi label tertentu oleh sekolah atau psikolog, seperti anak hiperaktif, autis, slow learner, disleksia. Label yang umumnya membuat para orangtua pesimis dan bingung dengan masa depan anaknya kelak. Banyak fakta sejarah bagaimana anak-anak yang dianggap ‘bodoh’ ternyata jenius sebuat saja Albert Einsten atau Thomas Alpha Edison, di keluarkan dari sekolahnya karena dianggap bodoh. Dari dalam negeri ada Marta Tilaar, beliau dulu dianggap anak slow learner, namun kini menjadi pengusaha sukses dan dikenal sebagai tokoh kecantikan yang sudah mendunia, kisahnya ada di halaman 104. Artinya, orangtua berperan penting menentukan kesuksesan seorang anak kelak bukan hanya sekolah.  Homeschooling bisa menjadi pilihan.  

Memetakan Potensi Unggul Anak
Bagaimana kita sebagai orangtua mengetahui potensi unggul anak? Dalam bukunya ini disebutkan lima langkah yang harus dilakukan orangtua untuk mengetahui potensi unggul anak.

Tapi sebelum kelima langkah itu dilakukan orangtua harus di pahami dulu apa itu minat dan bakat. Minat dan bakat/potensi biasanya berimpitan namun dua hal yang berbeda. Minat adalah aktivitas yang kita sukai dan merasa senang mengerjakannya tapi belum tentu aktivitas itu merupakan bakatnya. Sedangkan bakat berhubungan dengan hasil. Anak dengan bakat melukis misalnya, ketika di ajari melukis akan memberikan hasil signifikan.

Adapun lima langkah itu adalah; melakukan stimulasi, menentukan minat dan bakat anak, menguji coba minat dan bakat, penajaman profesi atau memberikan pengetahuan mengenai profesi yang kelak diinginkan anak sesuai minat dan bakatnya terakhir membuat rencana masa depan atau membuat rencana dan langkah-langkah yang harus di tempuh untuk anak mencapai kesuksesan dengan potensi unggul yang dimilikinya.

Hal lain yang ditekankan dalam buku ini adalah bahwa uang bukan segalanya, artinya keterbatasan uang bukan halangan untuk mengasah dan mengembangkan potensi unggul anak.

Buku ini ditulis Ayah Edy berdasarkan pengalamannya sebagai praktisi dan konsultan Parenting, jadi selain teori buku ini juga berisi contoh memetakan potensi unggul anak  dari klien Ayah Edy.  Ada juga kisah inspiratif dari orang-orang berbakat nomor satu di dunia dan bagaimana mereka ditemukan potensinya sejak dini oleh orangtua mereka, seperti pembalap dunia Michael  Schumacher   atau  Agnes Monica penyanyi yang mencapai kesuksesannya di usia belia.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk para orangtua dan calon orangtua.

Review buku Ayah Edy yang lain di sini 

versi korjak



Jumat, Oktober 04, 2013

@Anak Juga Manusia


Judul Buku          : @Anak Juga Manusia
Penulis                 : Angga Setyawan
Penerbit              :Noura Books (grup Mizan)
Tahun                   : Mei 2013
Hal                          : 175
ISBN                      : 978-602-7816-32-9

Anak Juga Manusia

Resensor Rina Susanti

resensi ini dimuat juga koran jakarta edisi 20 september 2013 bisa cek  di sini

Beberapa orangtua tidak menyadari, pentingnya belajar jadi orangtua, akibatnya mereka kerap dibuat bingung dengan perilaku anak dan mudah melabeli anak dengan kata-kata negatif. Padahal perilaku yang dilabeli orangtua negatif seperti tidak mau diam dan tantrum  adalah tahapan yang harus dilalui anak karena dorongan rasa ingin tahu yang besar dan emosinya yang belum stabil.