Jumat, Desember 27, 2013

Sebelum Aku Menjadi Istrimu



Judul buku      : Sebelum Aku Menjadi Istrimu
Penulis            :  Deasylawati P
Penerbit           : Indiva Media Kreasi
Tahun              :  2013
Hal                   : 244 halaman
Harga              : 28.000 ( 23.800 harga diskon di toko buku online)
ISBN               : 602-8277-71-6





Sebelum Aku Menjadi Istrimu

Resensor : Rina Susanti

(pemenang hiburan lomba resensi Indiva Media Kreasi 2013)

Menikah adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah swt jadi  memang bukan untuk di tunda ya Gals tapi dipersiapkan. Persiapan agar paham seperti apa pernikahan dan rumah tangga yang sesuai syariat islam, termasuk persiapan menjadi istri.

Mendapatkan lelaki sholeh sebagai suami di dunia dan di akhirat adalah dambaan setiap muslimah di sisi lain Allah swt menjanjikan bidadari di surga kelak untuk para suami sholeh. Seperti diuraikan Deasylawati dalam bukunya yang berjudul Sebelum Aku Menjadi Istrimu  di bab 2, dengan merujuk pada  firman Allah swt dalam surat Al-Waqi’ah;  sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya. (kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan (hal 16). Jadi bisa dibilang para muslimah harus bersaing dengan para bidadari surga untuk mendapatkan suami sholehah. Tapi jangan keburu panik dan khawatir Gals, karena Islam sudah memiliki tuntunan bagaimana menjadi wanita sholehah mengalahkan para bidadari di surga diantaranya menjalankan perintah Allah swt seperti shalat, puasa, memelihara pandangan, kehormatan dan aurat. Bahasan lengkapnya bisa di baca di halaman 25.

Setelah menyiapkan diri dan berusaha menjadi wanita sholehah, selanjutnya melakukan persiapan menjadi istri. Apa saja persiapannya, dibahas lengkap di bab 3. Di awali dengan ilmu tentang menikah yang meliputi, pengertian menikah,  fungsi pernikahan dalam Islam, syarat, hukum dan mahar pernikahan. Sub bab berikutnya  mengenai  peran istri sebagai manajemen keuanganKunci utama dalam manajemen keuangan bukanlah terletak pada skill atau ketepatan prediksi pengeluaran, akan tetapi yang dibutuhkan adalah kedewasaan dalam menerima nafkah dari suami, baik nafkah besar ataupun kecil. Dewasa dalam menerima nafkah yang sedikit adalah kesabaran dalam menahan keinginan dan impian (hal 57). Salah satu cara berhemat dalam belanja adalah membagi uang ke dalam beberapa pos pengeluaran selain pengeluaran utama, seperti menyisihkan untuk tabungan, asuransi dan investasi.

Hal penting lain adalah tahu dan paham perbedaan psikologi lelaki dan perempuan untuk meminimalisasi miskomunikasi yang bisa berujung pada pertengkaran. Mengutip  istilah John Gray Men are from mars Women are from venus. Berbeda untuk saling melengkapi dan menyatu. Bagaimana memahami ‘bahasa du,a planet yang berbeda ini dibahas lengkap di halaman 69.

Menjadi istri bersiap juga menjadi ibu, bukan begitu Gals? Dari mulai hamil, melahirkan, menyusui sampai mendidik anak dan  penulis membahas lengkap di halaman 78  sampai 153. Yap, cukup panjang dan komplit.  Soal pendidikan anak pun cukup lengkap dengan adanya tips-tips seputar pendidikan anak di halaman 121.  Seorang istri juga harus paham ilmu gizi dan dibuku ini bahas lengkap termasuk definisi  dari setiap jenis bahan makanan.

Persiapan untuk menghadapi pernikahan itu sendiri di bahas di bab 4 meliputi persiapan mental dan jasmani. Sedangkan bab 5 berisi saran atau anjuran latihan menjadi istri seperti memasak, di sini penulis melengkapinya dengan beberapa resep memasak sederhana. Latihan mengasuh anak dan menjahit sederhana atau untuk keadaan darurat seperti memasang kancing. Bab 6 sekaligus penutup  berisi penjelasan mengenai pentingnya meluruskan niat menikah. 

Pentingnya pengetahuan mengenai kehamilan, menyusui, pendidikan anak dan ilmu gizi memang dibahas cukup lengkap bahkan detail termasuk pada hal teknis seperti tips agar cepat hamil, tanda kehamilan, tanda dan agar cepat bersalin dan tahap persalinan. Sayangnya melewatkan hal umum yang justru dibutuhkan seorang calon istri. Seperti persiapan dan penjelasan (adab) hubungan suami istri untuk pertama dan selanjutnya sesuai syariat islam tidak dibahas.  Mengapa penting, karena di dalam buku ini dibahas tips hamil termasuk posisi hubungan intim.

Begitupun mengenai ritual menyambut kelahiran secara Islami seperti pemberian nama yang baik, aqiqah dan cukur rambut, menjadi penting diuraikan sebagai langkah awal pendidikan anak secara islami seperti di singgung di halaman 118.

Mengenai menyusui point yang terlewat adalah  penjelasan pentingnya  ASI dan ASI eksklusif yang tidak di singgung sementara  hal teknis seperti pola menyusui, posisi menyusui dan menyendawakan di bahas cukup lengkap.

Pada bab ilmu gizi, penulis melewatkan satu hal yaitu mengenai kehalalan makanan. Menurut saya hal ini lebih penting ditulis dibanding definisi detail dari setiap bahan makanan.

Mengenai ilmu pendidikan anak (hal 117) yang dibahas cukup panjang, bahasan terasa meloncat, karena milistone bayi dan balita tidak dijelaskan.

Hal lain yang terlewat dan sangat penting menurut saya adalah bagaimana mendapatkan pasangan. Seperti kita tahu, saat ini banyak muslimah bekerja dengan usia cukup belum menikah bukan karena tidak siap tapi belum ada calonnya. Bagaimana pun kesibukan dan lingkup dunia kerja membatasi pergaulan mereka dengan lelaki single. Lalu bagaimana mencari calon suami sesuai syariat islam alias tanpa pacaran dan tanpa meleburkan diri dalam pergaulan yang tidak mengenal batas muhrim atau tidak? Mungkin menulis bisa merekomendasikan biro jodoh yang syar’i, pilihan meminta dijodohkan  dan memberi penjelasan bahwa pilihan itu bukan hal memalukan.  Karena jodoh umumnya tidak datang dengan tiba-tiba alias melalui proses.  

Menuliskan point  persiapan menikah dan menjadi istri secara lengkap  tidak akan membuat jumlah halaman buku membengkak jika setiap poit dibahas secara proporsional sesuai tema, mengurangi kutipan atau rujukan hasil penelitian yang tidak terlalu urgent, mengurangi pembahasan yang sifatnya terlalu teknis dan terlalu teoritis. Untuk membuat buku ini tetap lengkap walaupun singkat, penulis bisa memberikan rujukan mengenai pentingnya setiap muslimah  membaca buku atau majalah bertema parenting atau menghadiri workshop dan seminar persiapan menikah.

Bahasa dalam  buku ini mudah di cerna dan mengalir hanya  penggunaan gaya bahasa teen di  beberapa bagian yang menurut saya kurang cocok, mengingat segment membaca buku ini adalah   usia menikah yang umumnya di atas 21 tahun.   

Masih ditemui beberapa kalimat tidak efektif dan kalimat yang menurut saya tidak penting di tulis seperti kalimat dalam kurung di halaman 41; Biasanya, satu hingga tiga bulan sebelum hari H, mereka baru mulai mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pernikahan dan kerumahtanggan (jujur nih, kayak saya sendiri, heheh- tapi jangan ditiru).

Secara keseluruhan buku ini merupakan pengantar yang baik untuk dibaca muslimah yang tengah mempersiapkan diri menikah. Read this book and  ready to be a true moslem bride.


resensi ini diikutsertakan dalam Lomba Resensi Buku Indiva 2013

18 komentar:

Aprillia Arifiyanti mengatakan...

kalau yang uda menikah gmn dong maak, perlu baca buku ini gak? hehehe....perlu dong apalagi klo buat ikutan ngeresensi kaya gini yah hihihi, jempol deh buat resensinya. Jadi penasaran ama bukunya...:)

Fardelyn Hacky mengatakan...

Wah, lengkap sekali ulasannya. Semoga menang ya mbak

Murtiyarini, Arin mengatakan...

Mba Rina, dirimu jeli banget sih bacanya sampai tau kalimat yg kurang efektif (y).
Ini buku baru kan ya? kayaknya menarik buat kado ponakan yg masih gadis :)

nunung yuni mengatakan...

Lengkap banget resensinya mbak

Isnuansa mengatakan...

Wah, padahal pembahasan pentingnya ASI ekslusif lebih penting ya Mbak, dari pada perihal penyendawaan. Good job.

jihandavincka mengatakan...

Ini kok kurangnya banyak banget isi bukunya, Mak Rina hihihihi. Sudahlah, dibikin buku baru aja gimana? hahahaha. Btw, saya tidak sependapat kalau dikatakan tidak membawa hadis dan ayat berarti tidak menyinggung agama hehehe. Tapi, berhubung belum baca bukunya, komennya cukup sampai di sini saja :P.

Rina Susanti mengatakan...

hahah...iya soalnya bab 2 bahasannya kayak buku parenting banget, detail tapi nanggung ...jadi saya juga bingung sendiri bacanya ini buku parenting atau bukan yg pasti cocok dibaca buat yg lagi hamil bab 2 ini....trus satu bahasan di bahas full di sisi lain yang urgent gak di bahas...emang harus baca bukunya mak hahah biar connect... .iya jadi terinspirasi bikin buku baru sejenis hahahha

Rina Susanti mengatakan...

pas mba , apalagi kalau mau nikah...hheh

Rina Susanti mengatakan...

amin

Rina Susanti mengatakan...

jeli karena penasaran...:)

Rina Susanti mengatakan...

penulisnya mungkin lupa mba...heheh

trijata1012@yahoo.com mengatakan...

Mbak Rin, maju teruuuus, baguuus

Tranzilea's zone mengatakan...

waahh...resensi bukunya menarik teeh...jadi pengen beli bukunya...:)

Murti Yuliastuti mengatakan...

Wah, ada ilmu mendidik anaknya juga.., ntar ngintip bukunya ya :)

momtraveler mengatakan...

wuuiih resensinya manteb mbak, lengkap. jadi penasaran ma bukunya ;)
sukses ya mbak, semoga menang :)

sitti masitoh shahib mengatakan...

izin share di blog saya ya mbak.. saya masukin sumbernya.. mksh

Ila Rizky mengatakan...

aku udah punya bukunya, etapi belum dibaca sampe kelar :D

Alya mengatakan...

wow,,,
pengen punya nih buku

butuh bgd nih buat persiapin diri supaya tdk hanya siap menjadi istri
tapi benar2 sanggup menjalani keseluruhan karna bukan hnya pasangan kita yg menjadi bagian hidup kita nantinya tapi keluarga'a juga
persiapan jadi ibu jg jd hrs bisa mendidik
pko'a bnyklah persiapan'a :D
harus bisa alya

Poskan Komentar