Jumat, Oktober 08, 2010

Menjadi cantik, Gaya dan Tetap Kaya

Judul Buku : Menjadi Cantik, Gaya dan Tetap Kaya
Penulis : Prita H. Ghozie, SE, MCom, CFP.
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun : April 2010
Tebal : XXII + 320


 review by rina s

Kepandaian mengelola dan merencanakan keuangan untuk seorang perempuan menjadi penting bukan karena kelak jika setelah menikah umumnya perempuan yang memegang kendali atas keuangan keluarga juga karena perempuan lebih mudah tergoda dengan sale dan lebih memperhatikan komentar orang terutama berkaitan dengan penampilan dan mode. Jadi jika tak pandai-pandai, abislah uang dengan meninggalkan bukti setumpuk baju, sepatu, tas dan kosmetik.

Menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung adalah salah satu bentuk pengelolaan dan perencanaan keuangan yang baik. Mengabaikan menabung sama artinya dengan beranggapan bahwa tidak akan nada gejolak ekonomi, perusahaan tempat bekerja akan tetap berjalan sampai anda pensiun dan tidak ada keluarga, saudara atau teman kena musibah dan meminta bantuan.

Prita H. Ghozie seorang konsultan keuangan independent dan dosen di sebuah universitas ternama di Jakarta dalam bukunya yang berjudul ‘Menjadi Cantik, Gaya dan Tetap Kaya’ , memaparkan dengan cukup detail bagaimana uang dikelola dan direncanakan agar kita bisa menikmati hidup dengan indah dan sejahtera.

Langkah awal yang harus dilakukan untuk membenahi masalah keuangan adalah dengan mengetahui ‘Angka-Angka Anda’. Pertama , mengetahui berapa kekayaan bersih yang dimiliki. Tak perlu khawatir dengan cara menghitungnya karena buku ini dilengkapi kolom isian untuk memudahkan perhitungannya. Kedua, mengetahui keluar masuk arus kas. Langkah mudahnya selalu menuliskan pengeluaran dan pemasukan setiap bulan. Dengan melakukan kedua langkah tersebut kita akan mengetahui seperti apa kekayaan bersih yang dimiliki; positif, negatif atau seimbang.

Agar kekayaan bersih positif, bisa menabung – untuk dana darurat dan investasi yang perlu dilakukan mengurangi arus kas (berhemat), mencari tambahan penghasilan atau dua-duanya. Hemat bukan berarti menyiksa diri dengan ‘puasa’ tidak makan enak sama sekali, berpenampilan lusuh dan tubuh tidak terawat tapi menyesuaikan gaya dan pola hidup sesuai anggaran.

Hemat juga berarti bisa menetapkan prioritas, mana pengeluaran yang didahulukan dan mana yang bisa ditunda atau dihapus sama sekali. Contoh kasusnya sepasang suami-istri muda, Dinda dan Damar (hal 71) yang mengaku memprioritaskan anak. Namun setelah dilihat arus kasnya, ternyata pengeluaran untuk cicilan TV plasma 4 kali lebih besar dari asuransi pendidikan anaknya. Alasannya, karena menyicil menggunakan kartu kredit dengan bunga 0 persen. Ini sekaligus mengingatkan promo kartu kredit dengan bunga 0%, belanja kelipatan, belanja minimal, by one get one, diskon, dan poin reward yang diberikan membuat pengguna kartu kredit merasa tak bersalah jika pengeluarannya melebihi anggaran.

Pertanyaannya mungkin, bagaimana bisa tetap cantik padahal harus hemat? Resep dan trik untuk tetap tampil cantik, gaya dan hidup kaya tanpa mengelurkan banyak uang bisa didapatkan pada bab 5 bagian buku ini. Sebut saja misalnya, apa yang harus ada dilemari perempuan agar selalu siap tampil gaya. Bagaimana bisa tetap bersosialisasi bareng teman tanpa mengeluarkan banyak uang. Atau untuk si hobi belanja agar tetap bisa belanja tanpa rasa bersalah, buat shopping account dan tetapkan anggaran untuk belanja. Tahan diri untuk tidak belanja sebelum shopping account mencapai anggaran minimum untuk bisa belanja.

Bahasa yang digunakan dalam buku ini memudahkan orang awam memahami bagaiaman seharusnya uang dikelola dengan baik. Setiap bahasan disertai contoh kasus keseharian khas perempuan atau pasangan muda berkaitan dengan masalah uang. Seperti keluhan tidak bisa menabung karena penghasilan pas-pas an dan tak tahan godaan sale.

Selanjutnya, menjadi kaya dan tetap kaya. Kenapa harus kaya? Ungkapan Robert T. Kiyosaki dalam bukunya Rich Dad Poor Dad dapat dijadikan alasan yang tepat; uang mungkin bukan hal penting dalam hidup namun uang mempengaruhi segala sesuatu yang penting bagi anda-taraf pelayanan kesehatan yang bisa anda nikmati, kualitas pendidikan yang anda dan anak anda dapat peroleh, dan tentu saja tingkat kualitas hidup yang dapat anda jalankan. Kalau boleh saya tambahkan, uang pun berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas ibadah jika dikelola dengan baik.
Investasi dinilai pilihan tepat untuk menjadi kaya karena investasi bisa menaikkan modal paling besar (hingga 50%) dibanding menabung, deposito atau investasi emas. Yap, memang cukup menggiurkan tapi tanpa pengetahuan dan pengalaman bisa jadi uang yang diinvetasikan lenyap dalam hitungan menit. Kabar baiknya, seperti yang ditulis Prita dalam buku ini, tak perlu sekolah khusus untuk pandai –membaca situasi – berinvestasi. Yang diperlukan hanya pengetahuan dasar dan pengalaman yang didapat dari learning by doing. Dan belajar untuk memulai investasi bisa dimulai dengan nominal kecil.

Kepandaian Prita memaparkan beragam jenis investasi, resiko dan modal mental yang harus dimiliki seorang investor dengan ringkas dan mudah dipahami, tanpa beragam teori canggih seperti meruntuhkan kesan yang menyatakan bahwa investasi adalah dunia lelaki. Dan belajar untuk memulai investasi bisa dimulai dengan nominal kecil.
Bagian akhir buku ditutup dengan kisah perempuan-perempuan yang sukses dengan pilihan hidupnya. Menjadi full day mom namun membantu menopang ekonomi keluarga. Ya, untuk menjadi perempuan cantik, gaya dan tetap kaya tidak melulu harus berkarir di kantor. Find your passion, follow your hear and love what you do.
Kaya yang diinginkan setiap orang sangat mungkin berbeda. Ada yang ingin kaya karena ingin mempunyai banyak rumah dan mobil. Ada juga yang menilai kaya berarti bisa hidup indah, sehat dan sejahtera sampai tua dan mampu membiayai pendidikan anak setinggi-tingginya. Ada pula yang ingin kaya agar bisa berzakat, infak dan shodakoh sebesar-besarnya. Begitupun dengan standar tampil gaya dan cantik. Ciptakan ‘kaya’ yang anda inginkan, jadikan semangat untuk mencapainya dan jangan pernah lupa untuk mensyukuri apapun hasil akhir yang didapat.



3 komentar:

rania mengatakan...

wah warnanya bikin saya sakit kepala...ancur !!!

Yudi Esaputra mengatakan...

warna apanya Mbak Rania? kalau warna blognya coba bukanya jangan pake explore tapi mozilla. kalau warna tulsiannya yang hancur, saya memang masih belajar. Btw, terima kasih kritiknya.
salam
rina s

Financial Freedom mengatakan...

sepertinya bagus buku ini.
terima kasih reviewnya

Posting Komentar