Sabtu, Februari 28, 2015

Empat Tahun Pertama : lebih jauh mengenal karakter Laura Ingalls Wilder


Judul Buku          : Empat Tahun Pertama
Penulis                 : Laura Ingalls Wilder
Penerbit               : PT BPK Gunung Mulia
Tahun                  : 2000
Hal                       : 111
Noted : seri rumah kecil ini diterbitkan ulang oleh penerbit Libri (inprint BPK Gunung Mulia) tahun 2010.


Empat Tahun Pertama


Walaupun menggemari seri Rumah Kecil  sejak kecil (sekolah dasar) saya baru tahu kalau bulan ini (Februari) adalah kelahiran penulisnya Laura Ingalls Wilder. Bisa dibilang ini alasan saya memilih  satu dari buku seri  Rumah Kecil  buku  opini bareng BBI bulan ini yang temanya karakter.
Empat tahun pertama adalah seri ke 9 dari 11 seri Rumah Kecil.

Buku ini memperlihatkan dengan jelas karakter Laura sebagai seorang pionir. Lebih tepatnya cobaan yang mendera di 4 tahun pertama pernikahannya dengan Manly, benar-benar menguji keteguhan dan ketabahan karakter Laura. Menurut saya Laura memiliki perpaduan karakter Pa dan Ma. Pa yang gigih dan Ma yang tabah.

“Mengapa kau tak mau menjadi istri seorang petani?”
“Sebab bertani merupakan kehidupan yang berat bagi seorang wanita. Begitu banyak yang harus di kerjakannya. Ia juga harus menyiapkan makanan untuk orang-orang yang membantu panen serta menebah gandum. Di samping itu seorang petani tak pernah bisa mengumpulkan uang....” (hal 3)
“Bagaimana kalau kau mencoba kehidupan itu (petani) dalam waktu tiga tahun? Bila dalam waktu itu terbukti bahwa aku tidak berhasil dengan pertanianku, aky berjanji akan berhenti bertani dan mengerjakan apa saja yang kau kehendaki....” (hal 5)

Laura dan Manly menikah dan menempati rumah baru yang dibikin Manly. Kehidupan baru dimulai. Manly begitu bersemangat dengan semua rencana bertaninya. Bahkan hitung-hitungan di atas kertas, tahun ini hasil panen mereka diperkirakan memberi keuntungan besar. Cukup untuk membayar sisa hutang dan bunga membeli bajak. Namun hal di luar dugaan terjadi hujan es batu memporak porandakan gandum yang di tanam Manly. Dan tepat di satu tahun pertama pernikahan mereka, mereka merelakan rumah untuk di gadaikan dan membuka lahan dan tinggal di pondok pertanian. Kabar bahagianya Laura hamil.

Tahun kedua pernikahan, ujian tak jauh berbeda dialami Laura dan Manly, kali ini badai musim salju. Tahun ketiga, hasil panen masih belum menggembirakan selain itu Laura pun mengalami keguguran karena kelelahan.

Tahun keempat, seharusnya Manly memenuhi janjinya, tapi Manly meminta agar masa percobaan menjadi petani di perpanjang satu tahun lagi. Di tahun ke empat ini Laura dan Manly mendapat cobaan berupa kebakaran.



Kalau buku ini sekedar fiksi tidak terlalu biasa, tapi ini kisah yang di alami sendiri penulisnya Laura. Ini yang membuat saya  membaca novel ini seperti bercermin pada kehidupan pernikahan saya bukan karena masalahnya persis tapi kehidupan pernikahan yang tidak selalu mulus. Tak selalu hitungan dan rencana di atas kertas tercapai.  Kegagalan yang tak lain tak bukan harus membuat belajar banyak hal, termasuk kesabaran dan ketabahan serta tetap mempertahankan sikap optimis. Kegagalan adalah cara sang Pencipta membuat kita menjadi pribadi yang tangguh dan bersyukur. Walaupun awalnya tidak mudah menerima kenyataan buruk itu .

Kalau buku ini sekedar fiksi tidak terlalu biasa, tapi ini kisah yang di alami sendiri penulisnya Laura. 

Saya menyukai karakter Laura yang tangguh, berani juga ceria. Kecerian karakter Laura terbaca di buku-bukunya saat ia masih kecil.

Walaupun di buku ini tidak di deskripsikan dengan detail ungkapan perasaan Laura, namun dari sikap kesehariannya, membantu Manly di tanah pertanian dan mengerjakannya seorang diri cukup menunjukkan karakter Laura sebagai seorang Pionir seperti Pa dan Ma.

Akankah Manly dan Laura meninggalkan kehidupan petani?

Darah pelopor pembuka lahan baru itu masih mengalir di tubuh Laura. Karenanya ia bisa mengerti kecintaan Manly terhadap tanah, seperti juga ia mengerti panggilan tanah itu kepadanya (hal 111).

 Tulisan ini disertakan dalam opini bareng BBI 2015 dengan tema karakter


5 komentar:

Maya Siswadi mengatakan...

Waahh luar biasa yaa cobaan-cobaan yg mereka alami. Benar2 menggambarkan kehidupan kita yg tdk pernah benar-benar mulus

indah nuria Savitri mengatakan...

Laura mengajarkan saya banyak hal..dan hike yang ini bener bener mixed feelings bacanyaaa...aku sudah baca semua dan punya komplit tapi belum pernah re sensi satu-satu 😊😊😊

Tita Bunda Aisykha mengatakan...

kayaknya aku punya buku biografinya laura ini,,aku pernah beli bareng biografinya oprah untk proyek skripsi jaman kuliah dulu,,kayaknya haruus aku cari2 lagii,,jd penasaran sm laura ini mba,,

Fita Chakra mengatakan...

Suka baca seri ini. Baru baca dua bukunya :)

Ratna Amalia mengatakan...

Ini bacaan jaman kecil baheula. Setelah nonton filmnya baru baca bukunya. Agak beda memang ya, biar bagaimanapun ada kata yang tak bisa disampaikan secara visual. Salam kenal makRina.

Posting Komentar